PERENCANAAN STUDI MAHASISWA

1.      Perencanaan studi mahasiswa diawali dengan pembayaran UKT (Uang kuliah tunggal) setiap awal semester;

2.      Pembayaran UKT untuk semester ganjil dijadwalkan pada bulan Juli dan semester genap dijadwalkan bulan pada Januari.

3.      Mahasiswa dapat melakukan registrasi setelah pembayaran UKT;

4.      Mahasiswa mengunduh Kartu Rencana Studi secara online dengan menggunakan perangkat Sistem informasi Akademik (SIA) pada fakultas dengan alamat (http://sia.iainkendari.ac.id)

5.      Kartu Rencana Studi merupakan formulir yang menunjukan rencana studi berupa mata kuliah yang akan diprogramkan oleh mahasiswa dalam masa perkuliahan satu semester mendatang;

6.      Pengisian Kartu Rencana Studi bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam merencakan studinya agar dapat berjalan dengan baik;

7.      Pengisian Kartu Rencana Studi dilakukan dengan memperhatikan roster online perkuliahan;

8.      Jumlah SKS yang dapat ditawarkan setiap mahasiswa, untuk semester 1 diberikan secara paket sedangkan untuk semester II dan seterusnya disesuaikan dengan perolehan Indeks Prestasi Sementara (IPS) berdasarkan KHS (Kartu Hasil Studi) semester sebelumnya;

9.       KHS (Kartu Hasil Studi) merupakan kartu yang berisi perolehan nilai mata kuliah semester sebelumnya yang digunakan sebagai dasar penawaran mata kuliah semester berikutnya;

10.  Jumlah SKS yang dapat diprogramkan oleh mahasiswa persemester berpedoman pada table dibawah ini: 

Indeks Prestasi Sementara (IPS)

Jumlah maksimal SKS yang dapat diprogramkan

3,50 – 4,00

24 SKS

3,00 – 3,49

21 SKS

2,50 – 2,99

18 SKS

2,00 – 2,49

15 SKS

< 2,00

12 SKS

11.  Mahasiswa melakukan konsultasi dengan dosen Penasihat Akademik (PA) untuk menetapkan mata kuliah yang akan diprogramkan, persetujuan dosen Penasihat Akademik dibuktikan dengan tanda tangan pada KRS;

12.  Kartu Rencana Studi juga harus mendapatkan persetujuan sah dari Ketua Jurusan/Program Studi dengan membubuhkan tanda tangan dan stempel Fakultas;

13.  Mahasiswa yang melakukan pemalsuan tanda tangan dosen Penasihat Akademik, Ketua Jurusan/Program Studi akan mendapatkan sanksi akademik sesuai dengan peraturan yang berlaku;

14.  Kartu Rencana Studi tidak boleh kotor, terlipat, robek, atau basah;

15.  KRS dan KHS yang telah disetujui dibuat rangkap 4 (empat), masing-masing 1 (satu) untuk yang bersangkutan, Penasihat Akademik, Program Studi dan Pengelola Akademik;

16.  Mahasiswa yang terlambat melakukan penawaran tidak dapat mengikuti perkuliahan;

17.  Untuk melakukan penawaran mata kuliah bagi mahasiswa yang dimaksud pada poin 16, jumlah SKS yang dapat diprogramkan pada semester berikutnya disesuaikan dengan jumlah Indeks Prestasi semester terakhir yang telah diprogramkan.