Sosialisasikan Kerukunan Beragama, FTIK Gelar Webinar Wawasan Kebangsaan

Kendari, FTIK – Kerukunan berbangsa dan bernegara merupakan konsep warisan para pendiri bangsa dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Konsep inilah yang menjadi landasan setiap insan warga negara Indonesia dalam mewujudkan perilaku interaksi sesama dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi salah satu bentuk pengejewantahan nilai-nilai Pancasila, hidup rukun yang berlandaskan taat kepada hukum yang berlaku menjadi kunci dari semangat harmoni dan kebhinekaan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam latar dan budaya.

Dilandasi semangat tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kendari menginisiasi webinar yang mengusung tema Wawasan Kebangsaan dalam Sistem Pendidikan Islam dengan menghadirkan Prof. Dr. KH. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A (Hons), Ph.D., dan Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd. dan dimulai tepat pukul 09.00 WITA melalui meeting room aplikasi Zoom.

Webinar ini sendiri dilaksanakan untuk membekali mahasiswa-mahasiswi IAIN Kendari dalam menghadapi isu-isu kebangsaan yang selalu menghantui masyarakat Indonesia secara umum baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media massa/sosial.

Rektor IAIN Kendari mengingatkan peserta bahwa isu kesadaran berbangsa dan bernegara bermula dari membangun karakter pribadi. Kesadaran individual untuk secara sadar memberi kontribusi kepada sesama dan untuk kepentingan umum merupakan landasan utama dalam membangun wawasan berbangsa maupun bernegara. Oleh karena itu, Islam hadir untuk menegaskan karakter mulia tersebut dan menjadi panduan yang mengarahkan seseorang untuk bermasyarakat.

Konsep ini, menurut beliau, sangat bergantung pada peran orang tua, masyarakat di lingkungan sekitar, dan tentunya institusi pendidikan. Hal ini yang menjadi inspirasi bagi beliau untuk menerapkan pemahaman kebangsaan yang mumpuni melalui adaptasi ke dalam kurikulum. Sejauh ini IAIN Kendari terhitung sebagai lembaga yang konsisten dalam pembinaan ideologi kebangsaan dan bahkan telah menempuh jalur hukum untuk menghadapi mereka yang mencoba merongrong persatuan bangsa lewat ideologi transnasional.

Selanjutnya, Prof Nadirsyah lebih spesifik membahas bagaimana wawasan kebangsaan diintegrasikan ke dalam kurikulum. Terlebih khusus, beliau menyebutkan Program Studi Pendidikan Agama Islam yang mesti memperhatikan isu-isu kebangsaan dalam bahasan-bahasan keagamaan. Setidaknya ada lima hal yang menurut beliau harus diintegrasikan ke dalam buku ajar atau kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam hal relasi agama dan keberagaman berbangsa dan bernegara. Poin pertama adalah relasi Islam dan negara. Sejauh ini, Islam dianggap sebagai agama dengan ideologi yang kaku di hadapan konsep-konsep kenegaraan. Padahal, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang mengatur segala bentuk urusan hidup umat manusia. Pokok permasalahannya ada pada oknum-oknum yang menyasar kekuasaan yang mengendarai Islam untuk mendapat dukungan.

Poin kedua yang beliau sebutkan adalah relasi Islam dengan komunitas Non-Muslim. Islam berarti harmoni yang berarti sinergitas hidup antar seluruh penopang kehidupan. ISlam tidak pernah mengajarkan penganutnya untuk menunjukkan sikap superioritas terutama ketika menjadi mayoritas. Poin ketiga adalah relasi Islam dengan budaya. Banyak yang menduga bahwa Islam datang untuk membumihanguskan budaya. Padahal Islam tetap memberi porsi terhadap kreasi pemaknaan hidup dengan menegaskan batas-batas di luar kewajaran yang berakhir dengan hilangnya harmonisasi hidup. Poin empat adalah relasi Islam dengan ketimpangan. Bahwa Islam hadir untuk menumpas segala bentuk ketimpangan dan penindasan. Islam menghargai kehidupan sebagai wujud dari kasih sayang Allah SWT. Poin terakhir yang beliau sebutkan adalah relasi Islam dengan pemikiran. Islam adalah agama progresif dalam artian tidak kaku dan stagnan. Islam mendorong penganutnya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik melalui inovasi dan kreasi berlandaskan kombinasi iman, logiko-rasionalitas, dan akhlakul karimah.

Kegiatan webinar ini juga diikuti oleh sekitar 846 mahasiswa-mahasiswi IAIN Kendari yang juga akan dilepas oleh Rektor IAIN Kendari melaksanakan program KKN-DR Tahun 2020 hari ini. Sebagai informasi bahwa program KKN-DR Tahun 2020 ini mengusung empat tema yaitu Integrasi Agama dan Sains, Moderasi Beragama, Pendidikan dan Dakwah Keagamaan, serta Bersama Melawan Virus Corona.

Webinar ini juga menyediakan sertifikat bagi peserta seminar yang telah melakukan registrasi baik sebelum maupun pada saat sesi live berlangsung. E-Sertifikat tersebut dapat diakses pada tautan berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/12t8FwLKwz8NhbSzlbqxSJ8Ux0_r-uHM0?usp=sharing

Bagi yang tidak sempat menyaksikan kegiatan webinar Wawasan Kebangsaan dalam Sistem Pendidikan Islam ini secara langsung, masih dapat menuju ke kanal Youtube dengan menuju tautan berikut:

http://www.youtube.com/watch?v=41bPCb9XqXE