Kendari, 20 Maret 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Kendari menggelar Kuliah Umum bertajuk “Potensi Nikel untuk Mobil Listrik Indonesia” di Aula FTIK, Kamis (20/3). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari akademisi lintas perguruan tinggi yang membahas potensi besar sumber daya nikel Indonesia dalam mendukung perkembangan industri mobil listrik nasional.
Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Dekan FTIK IAIN Kendari, Dr. Hj. Imelda Wahyuni, S.S., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya civitas akademika, khususnya mahasiswa, untuk memahami isu-isu strategis nasional seperti pemanfaatan nikel dalam industri mobil listrik.
“Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Hal ini menjadi peluang besar bagi bangsa kita untuk menjadi pemain utama dalam industri mobil listrik global. Mahasiswa sebagai generasi penerus harus memahami dan terlibat aktif dalam isu ini,”
Hadir sebagai pemateri utama Dr. ABD Mujahid Hamdan, M.Sc dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry. Dalam paparannya, Dr. Mujahid menjelaskan peran penting nikel dalam proses produksi baterai kendaraan listrik yang menjadi tulang punggung pengembangan mobil ramah lingkungan di masa depan.
“Nikel merupakan bahan utama dalam pembuatan baterai lithium-ion. Indonesia punya keunggulan strategis yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan industri mobil listrik, sekaligus mendukung transisi energi bersih,” jelas Dr. Mujahid.
Selain itu, hadir pula pemateri internal IAIN Kendari, Dr. Zul Arham, S.Si., M.Si yang juga merupakan Direktur Pusat Riset Nikel dan Nano Teknologi. Ia memaparkan riset-riset terkini yang telah dilakukan terkait pengolahan nikel dan pengembangan teknologi nano dalam mendukung industri baterai.
“Pusat riset kami terus berupaya melakukan penelitian terapan, termasuk pengembangan teknologi nano untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk turunan nikel. Ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset strategis ini,” terangnya.
Menariknya, kedua narasumber yang dihadirkan dalam kuliah umum ini sama-sama tercatat sebagai Penerima Hibah Penelitian dari Kementerian Agama RI (MoRA) Tahun 2025 hingga 2027. Hal ini semakin mempertegas kapasitas dan komitmen dalam mendukung pengembangan riset strategis di bidang sains dan teknologi, khususnya terkait pemanfaatan nikel di Indonesia.
Kegiatan ini dipandu oleh moderator Ismaun, S.Si., M.Si selaku Ketua Program Studi Tadris IPA FTIK IAIN Kendari. Ia berharap melalui kuliah umum ini, mahasiswa semakin terbuka wawasannya dan mampu melihat peluang riset dan inovasi di bidang sains dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.
Kuliah umum ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FTIK IAIN Kendari. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber, menandakan besarnya minat mahasiswa terhadap tema strategis ini.

Copyrigth FTIK IAIN Kendari@2022