KENDARI – Dalam upaya merespons dinamika perkembangan dunia pendidikan yang dinamis dan tuntutan global, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari secara resmi menggelar kegiatan Revisi Kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis hingga Jum’at, 16–17 Juli 2026, dan dipusatkan di Aula Mini Lt. 2, FTIK IAIN Kendari. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari komitmen kelembagaan untuk terus memperbarui mutu akademik yang sejalan dengan visi transformasi institut menuju daya saing global.

Acara yang berskala regional ini secara resmi dibuka oleh Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. H. Husein Insawan, M.Ag. Momentum krusial bagi pengembangan mutu perguruan tinggi ini turut dihadiri dan dikawal langsung oleh jajaran pimpinan teras kampus, di antaranya Ketua Senat IAIN Kendari Prof. Dr. H. Batmang, M.Pd., serta Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Jumardin Lafua, S.Si, M.Si. Kehadiran para pimpinan tertinggi ini menegaskan bahwa restrukturisasi kurikulum menjadi prioritas utama institut dalam mengawal arah kebijakan mutu akademik ke depan.

Antusiasme terhadap perubahan ini terlihat jelas dari kehadiran peserta yang mencapai 107 orang dari berbagai unsur institusi lintas sektoral. Tidak hanya melibatkan jajaran dosen internal di lingkup FTIK IAIN Kendari, forum akademik ini juga memperluas kolaborasi dengan menggandeng civitas akademika dari Universitas Muhammadiyah Kendari, ISTEK Aisyiah Kendari, dan Institut Ilmu Alqur’an Kendari. Selain dari sektor perguruan tinggi, perwakilan dari dunia satuan pendidikan dasar dan menengah turut dilibatkan secara aktif, meliputi Madrasah Ibtida’yah (MI) Pesantren Ummusshabri Kendari, MA Assyafi’iyah Kendari, serta MTsN 1 Konawe Selatan, guna memastikan adanya kesinambungan kurikulum dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK IAIN Kendari, Dr. Hj. Imelda Wahyuni, S.Si., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen penuh meluangkan energi dan pikiran dalam agenda ini. Menurutnya, partisipasi aktif ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen bersama untuk tiada henti melakukan inovasi dalam proses pembelajaran demi melahirkan kualitas dan produktivitas terbaik. Dr. Imelda menegaskan bahwa kurikulum bukanlah dokumen mati, melainkan instrumen vital yang berkaitan langsung dengan tanggung jawab akademik kelembagaan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat yang terus bermutasi dari waktu ke waktu.

Lebih lanjut, Dr. Imelda memaparkan bahwa forum ini didesain untuk melakukan kajian teoretis dan praktis secara mendalam guna mengidentifikasi aspek-aspek kurikulum yang mendesak untuk direvisi. Evaluasi ini bertumpu pada respons terhadap perkembangan makro dunia pendidikan dan tuntutan kebutuhan spesifik pengguna lulusan, khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Baginya, penerapan kurikulum berbasis OBE di 10 Program Studi yang bernaung di bawah FTIK sudah menjadi harga mati. Hal ini krusial untuk menyelaraskan kesiapan keterampilan (skill), kapasitas intelektual, serta internalisasi nilai sikap peserta didik agar mereka memiliki kesiapan total dan daya saing yang tinggi dalam memenangkan kompetisi di dunia kerja yang semakin ketat. Oleh karena itu, sinergi dan dukungan penuh dari pimpinan rektorat serta seluruh pemangku kepentingan sangat diharapkan agar visi besar ini dapat terwujud secara konkret.

Senada dengan Dekan, Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. H. Husein Insawan, M.Ag., dalam intisari arahannya menekankan signifikansi dan urgensi revisi kurikulum sebagai jawaban taktis atas tuntutan pasar kerja yang kian kompetitif. Beliau menggarisbawahi bahwa seluruh substansi yang dipelajari mahasiswa di perguruan tinggi sejatinya tertuang dalam kurikulum, sehingga dokumen tersebut wajib hukumnya untuk selalu disesuaikan secara berkala dengan denyut kebutuhan masyarakat. Rektor mengingatkan bahwa luaran dari revisi kurikulum ini harus mampu memberikan efek domino yang positif bagi perbaikan mutu fakultas secara spesifik, dan peningkatan mutu perguruan tinggi secara makro.
Di sisi lain, Prof. Husein juga memberikan catatan strategis dan peringatan tegas kepada tim penyusun. Beliau menekankan bahwa dalam proses rekonstruksi kurikulum ini, hal fundamental yang wajib dijaga dengan ketat adalah komitmen untuk sedapat mungkin menghindari praktik plagiasi, sehingga produk kurikulum yang lahir benar-benar otentik dan memiliki karakteristik keunggulan lokal. Selain itu, Rektor menginstruksikan agar perumusan kurikulum baru ini dirancang secara taktis agar mampu menjawab, memenuhi, dan menuntaskan instrumen-instrumen substantif yang dipersyaratkan dalam proses akreditasi nasional maupun internasional.

Guna membedah formulasi kurikulum secara komprehensif, FTIK IAIN Kendari menghadirkan dua pakar kurikulum bereputasi nasional sebagai narasumber utama. Pada hari pertama, Prof. Dr. H. Aceng Hasani, M.Pd. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tampil mengulas tuntas mengenai Kebijakan Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE, Penyusunan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) berbasis OBE, serta metodologi penyelarasan CPL dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Sementara pada hari kedua, kendali materi dilanjutkan oleh Prof. Siti Nurul Azkiyah, M.Sc., Ph.D. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengupas tajam teknis analisis kurikulum dan struktur mata kuliah berbasis OBE, pemetaan CPL ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), penentuan bobot SKS, hingga review final dokumen kurikulum program studi beserta rencana tindak lanjut penerapannya.

Selaku Ketua Panitia, Dr. Zulaeha, M.Ag., yang juga menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Pada Hari pertama berjalan dengan lancar dan Peserta menunjukan Antusias tinggi mengikuti seluruh materi yang diulas oleh narasumber. Dokumen kurikulum yang telah direvisi dan ditinjau langsung oleh para pakar nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan standar administratif semata, melainkan menjadi kompas baru yang menuntun proses pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada luaran mahasiswa. Melalui langkah transformatif tersebut, FTIK IAIN Kendari optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan berkarakter mulia, tetapi juga siap menjadi pionir yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini dan masa depan.

Kategori: BeritaUmum

Copyrigth FTIK IAIN Kendari@2022