Kendari, tanggal 18 dan 19 Agustus 2025
Program Studi (Prodi) Tadris IPA menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu dan Penyusunan Visi Keilmuan bersama praktisi lingkungan dari Universitas Mercu Buana Jakarta.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar di bidang lingkungan dan pendidikan sains, yaitu Dra. I Gusti Ayu Arwati, MT., PhD. dan Dr. Sagir Alva, M.T. Acara dibuka secara resmi oleh Ismaun, S.Si., M.Si. selaku Ketua Program Studi Tadris IPA, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan visi keilmuan berbasis lingkungan dan praktik lapangan bagi calon pendidik IPA.
Hari Pertama (18 Agustus 2025): Kuliah Tamu dengan Tema Pendidikan Lingkungan dalam Pembelajaran IPAKegiatan hari pertama diawali dengan pemaparan materi dari Dra. I Gusti Ayu Arwati, MT., PhD. tentang “Integrasi Isu Lingkungan dalam Pembelajaran IPA: Tantangan dan Peluang”. Beliau menyoroti pentingnya pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sains, di mana isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran, dan keberlanjutan sumber daya alam dapat menjadi media pembelajaran yang relevan bagi siswa.
Selanjutnya, Dr. Sagir Alva, M.T. mempresentasikan topik “Inovasi Teknologi Lingkungan untuk Mendukung Pembelajaran IPA yang Berkelanjutan”. Dalam materinya, beliau memperkenalkan berbagai teknologi ramah lingkungan yang dapat diadopsi dalam praktik pengajaran, seperti penggunaan energi terbarukan, pengolahan limbah, dan sistem monitoring lingkungan berbasis digital.
Peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan perwakilan stakeholder terlihat antusias mengikuti diskusi, terutama dalam sesi tanya jawab yang membuka wawasan baru tentang penerapan konsep lingkungan dalam kurikulum Tadris IPA.
Hari Kedua (19 Agustus 2025): Workshop Penyusunan Visi Keilmuan Prodi Tadris IPA
Memasuki hari kedua, kegiatan berfokus pada penyusunan dan penguatan visi keilmuan Prodi Tadris IPA melalui workshop kolaboratif. Dengan panduan dari kedua narasumber, peserta diajak untuk menganalisis arah pengembangan prodi yang selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan dan isu lingkungan global.
Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam workshop ini antara lain:
1. Penguatan kurikulum berbasis lingkungan dengan memasukkan mata kuliah terkait edukasi keberlanjutan dan teknologi hijau.
2. Peningkatan kolaborasi dengan praktisi dan industri untuk memberikan pengalaman lapangan yang aplikatif bagi mahasiswa.
3. Pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berfokus pada solusi masalah lingkungan melalui pendekatan sains dan pendidikan.
Kegiatan ini ditutup dengan penyusunan draft awal Visi Keilmuan Prodi Tadris IPA 2025-2030, yang akan menjadi panduan dalam pengembangan prodi ke depan. Ismaun, S.Si., M.Si. mengapresiasi kontribusi para pemateri dan partisipasi aktif seluruh peserta, sekaligus menegaskan komitmen Prodi Tadris IPA untuk menjadi pelopor pendidikan sains yang berwawasan lingkungan.
Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan Prodi Tadris IPA semakin matang dalam menghasilkan pendidik IPA yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu lingkungan dan berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan.
“Mendidik Generasi IPA yang Cerdas dan Peduli Lingkungan”