BUTON TENGAH – Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris IPA FTIK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Literasi Edu-Saintifik Pembelajaran IPA di SMP Negeri 15 Buton Tengah. Kegiatan yang mengangkat tema “Lingkungan dan Energi Terbarukan” menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang pendidikan IPA.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Tadris IPA FTIK IAIN Kendari, Ismaun, S.Si., M.Si. menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat “Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN 15 Buton Tengah, La Uhi, S.Pd. turut menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. “Literasi sains sangat penting bagi siswa, terutama dalam memahami isu-isu lingkungan dan energi terbarukan yang semakin relevan dengan kondisi saat ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru bagi para siswa,” ungkapnya.

Ketua HMPS Tadris IPA, Mutmainah menjelaskan latar belakang pemilihan tema kegiatan ini. “Kami memilih tema lingkungan dan energi terbarukan karena melihat urgensi pemahaman generasi muda tentang isu-isu lingkungan dan pentingnya transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi sains siswa,” ungkapnya.

Literasi Edu-Saintifik ini dibawakan oleh tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Zul Arham, M.Si, Nur Hikmah, M.Pd dan Nourma Yulita, M.Pd. Dalam pemaparannya, Nur Hikmah, M.Pd menekankan pentingnya pemahaman konsep dasar tentang lingkungan dan konservasi alam.

Sementara itu, Dr. Zul Arham, M.Si sebagai pakar menyoroti pentingnya edukasi sejak dini tentang energi terbarukan. “Pemahaman tentang energi terbarukan perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun pola pikir berkelanjutan pada generasi mendatang. Siswa perlu memahami bahwa setiap tindakan kita hari ini akan berdampak pada masa depan lingkungan”

Nourma Yulita, M.Pd menyampaikan materi tentang potensi dan pengembangan energi terbarukan. “Kita perlu memperkenalkan konsep energi terbarukan sejak dini kepada siswa. Pemahaman tentang sumber-sumber energi alternatif seperti energi surya, angin, dan biomassa sangat penting untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Melalui pembelajaran yang interaktif, kami berharap siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Setelah pemaparan materi, mahasiswa Tadris IPA memberikan demonstrasi pembuatan briket dari tempurung kelapa sebagai contoh nyata pemanfaatan energi terbarukan. Briket tempurung kelapa merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki berbagai keunggulan. “briket ini menghasilkan asap yang lebih sedikit, lebih tahan lama dalam pembakaran, dan tentunya ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah pertanian,” jelas tim demonstrator.

Keunggulan lain dari briket tempurung kelapa adalah bahan bakunya yang mudah didapat dan melimpah di wilayah Sulawesi Tenggara. Proses pembuatannya juga relatif sederhana, sehingga dapat dipraktikkan oleh masyarakat umum. “Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket ini juga dapat mengurangi limbah pertanian sekaligus menciptakan nilai ekonomis dari bahan yang seringkali dianggap sebagai sampah,” tambahnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya literasi sains dan kepedulian terhadap lingkungan. Diharapkan program serupa dapat terus dikembangkan di masa mendatang untuk menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Copyrigth FTIK IAIN Kendari@2022